Name-Plate-Motor-Listrik

Cara Membaca Name Plate Motor Listrik

Mengetahui cara membaca name plate motor listrik akan membantu Kita untuk mengidentifikasi karakteristik kinerja dan aplikasi motor, serta berpotensi memecahkan masalah kinerja yang tidak terduga.

Apa Itu Name Plate Motor Listrik

Name plate motor listrik adalah papan nama yang berisikan informasi tentang spesifikasi, karakteristik konstruksi dan kinerja motor.

Jenis informasi yang ditampilkan pada nameplate termasuk jenis motor, daya listrik, arus, jumlah fase, dan banyak lagi.

Fungsi utama dari name plate motor adalah untuk menjelesakan spesfikasi motor yang dijual kepada konsumen.

Ada beberapa standar internasional dalam penamaan name plate motor yaitu:

  1. NEMA
  2. IEC

Dimana NEMA digunakan di Amerika Utara, IEC digunakan di seluruh dunia. Misalnya daya motor dalam HP sesuai standar NEMA, sedangkan dalam standar IEC adalah KW.

Cara Membaca Name Plate Motor

Contoh-Name-Plate-Motor-Listrik

Pada contoh name plate motor listrik diatas ada beberapa kode dalam bentuk huruf, angka dan karakter yang terdapat pada nameplate yang memiliki penjelasannya masing – masing.

  • 3 Phase Induction Motor – Ini menginformasikan jika motor tersebut adalah motor induksi 3 phasa.
  • Pole – Ini adalah jumlah pole atau kutub. 4 pole maksudnya adalah motor ini memiliki 4 kutub atau pole.
  • HP – HP adalah singkatan dari horse power, Ini merupakan satuan untuk mengukur jumlah daya yang dibutuhkan untuk menghidupkan motor. 1 HP = 745,7 Watt. Jadi motor ini dapat bekerja dengan daya 20 HP.
  • KW – KW adalah jumlah daya listrik yang dibutuhkan untuk menghidupkan motor. Jadi di perlukan 12 KW atau 12000 Waat untuk menghidupkan listrik.
  • Hz – Hz adalah satuan frekuensi dalam Satuan Sistem Internasional (SI) dan didefinisikan sebagai satu siklus per detik. 50 Hz menunjukan kecepatan aliran listrik yang dibutuhkan untuk menggerakan motor yaitu sebesar 50 Hz.
  • RPM – 1450 RPM ini menunjukkan putaran per menit dari rotor. Ini adalah kecepatan aktual motor pada pemuatan 100%. Kecepatan motor tergantung pada frekuensi tegangan saluran dan jumlah kutub pada motor.
  • INS.CLASS F – Hal ini menunjukkan daya tahan termal belitan motor dengan menggunakan penunjukan huruf standar industri seperti A, B, F, atau H. Semakin tinggi huruf dalam alfabet , semakin tinggi suhu operasi yang aman, dan semakin lama belitan akan bertahan pada suhu operasi tertentu.
  • AMB – Ini adalah suhu maksimum yang diperbolehkan dari udara sekitar untuk memastikan bahwa suhu operasi motor tidak akan melebihi batas sistem insulasi. Suhu lingkungan standar adalah 40 Celcius (104 derajat F).
  • CONT.RATING – Ini adalah singkatan dari “Continuesly Rating” yang berarti motor dapat di nyalakan secara terus – menurus dengan catatan memenuhui standar yang tersedia pada nameplate.
  • BRG – Ini adalah singkatan dari “Bearing” huruf dan angka menjelaskan tipe bearing yang digunakan pada motor ini. 7671zz menunjukan tipe bearing depan yang digunakan dan 7670zz tipe bearing belakang.
  • SER NO 12345678 – Ini merupakan serial number yang dikeluarkan oleh pabrikan motor tersebut.
  • IP 54 – Kode IP54 berarti bahwa motor akan terlindungi dari kontaminasi dari debu dan partikel lain dalam jumlah terbatas.
  • Simbol △ dan Y – Ini adalah jenis rangkaian motor yang digunakan. Simbol △ untuk rangkaian Delta atau segitiga dan simbol Y untuk rangkaian Star atau Bintang.
  • Y | 220 – 240 – Ini apabila menggunakan rangkaian Y atau Bintang maka supply tegangan ideal pada motor adalah 220 Volt sampai 240 Volt AC.
  • △ | 380 – 415 – Ini apabila menggunakan rangkaian △ atau Segitiga maka supply tegangan ideal pada motor adalah 380 Volt sampai 415 Volt AC.

Cara Membaca Name Plate Motor 1 Phase

Cara-Membaca-Name-Plate-Motor-1-Phase

Gambar name plate diatas adalah nameplate dari motor induksi 1 phase yang akan Kita jadikan studi kasus.

Sebenarnya membaca nampe plate motor 1 phase sangatlah sederhana sehingga sangat mudah untuk dipahami. Kode berbentuk tulisan, karakter dan angka memiliki penjelesan sebagai berikut:

  1. Single Phase Induction Motor – Ini memberitahu Kita bahwa motor tersebut adalah motor induksi 1 fasa.
  2. Type MY8024 – Ini merupakan tipe dari motor tersebut yang di keluarkan oleh pabrikan. Kamu bisa mengetahui arti dari kode type tersebut dengan melihat datasheet.
  3. 1 HP – Ini menunjukan jumlah tegangan yang dihasilkan oleh motor tersebut sebesar 1 horse power.
  4. 0.75 kW – Ini adalah kebutuhan daya yang diperlukan pleh motor agar bekerja secara maksimal. Jadi daya yang di perlukan motor adalah 0.75 kW jika di konversi menjadi waat berarti 750 Watt.
  5. 230 V – Ini adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghidupkan motor sebesar 230 Volt.
  6. 5.21 A – Ini menunjukan kebutuhan arus listrik motor sebesar 5.21 ampere.
  7. 50 Hz – Ini menunjukan kecepatan aliran listrik yang dibutuhkan untuk menggerakan motor yaitu sebesar 50 Hz.
  8. 1400 r/min – menunjukkan putaran per menit dari rotor. Ini adalah kecepatan aktual motor pada pemuatan 100%.
  9. IP 55 – Motor dengan kode IP 55 memiliki perlindungan terhadap masuknya debu. Ini memiliki perlindungan terhadap benda padat dan pancaran air yang diproyeksikan oleh nosel (6.3mm) dari segala arah.
  10. INS.CLASS CL F – Ini adalah singkatan dari Insulation Class Motor. Motor ini termasuk dalam class F.

Cara Membaca Nameplate Motor 3 Phase

Cara-Membaca-Nameplate-Motor-3-Phase

Studi kasus berikutnya yakni membaca nameplate motor 3 phase seperti yang di tunjukan pada gambar nameplate diatas.

Sama halnya dengan motor listrik 1 phase untuk membaca namplate motor 3 fasa juga sangat mudah. Kode simbol, huruf dan angka dapat diartikan sebagai berikut:

1. Simbol V adalah tegangan (Volt)

2. Simbol Y dan △ adalah jenis rangkaian yang digunakan yaitu :

  • Y adalah rangkaian Bintang / Star
  • △ adalah rangkaian Segitiga / Delta

Star dan Delta adalah dua jenis rangkaian dasar motor listrik yang mempunya karakteristik masing – masing yaitu:

  • Bisanya pada rangkaian Star / Bintang digunakan pada saat motor baru dinyalakan. Ini berguna untuk mengurangi lonjakan arus yang cukup besar. Dan ini biasa dikenal sebagai arus starting.
  • Untuk rangkaian Delta / Segitiga biasanya digunakan ketika arus sudah stabil. Ini berguna untuk membuat torsi motor tetap tinggi walau ada penurunan arus yang cukup besar.

Selanjutnya arti dari tabel tersebut adalah :

  1. Ketika tegangan Input motor diberikan sebesar 690 Volt dan menggunakan rangkaian Y atau bintang maka diperlukan daya sebersar 37 kW dan menghasil 985 putaran per menit. Kebutuhan arus listrik yang dibutuhkan 40 A dan Cos q 0,83.
  2. Ketika tegangan Input motor diberikan sebesar 400 Volt dan menggunakan rangkaian △ atau delta maka diperlukan daya sebersar 37 kW dan menghasil 985 putaran per menit. Kebutuhan arus listrik yang dibutuhkan 69 A dan Cos q 0,83.
  3. Ketika tegangan Input motor diberikan sebesar 660 Volt dan menggunakan rangkaian Y atau bintang maka diperlukan daya sebersar 37 kW dan menghasil 985 putaran per menit. Kebutuhan arus listrik yang dibutuhkan 42 A dan Cos q 0,83.
  4. Ketika tegangan Input motor diberikan sebesar 380 Volt dan menggunakan rangkaian △ atau delta maka diperlukan daya sebersar 37 kW dan menghasil 985 putaran per menit. Kebutuhan arus listrik yang dibutuhkan 72 A dan Cos q 0,83.

Manfaat dalam membaca nameplate pada motor listrik Kita dapat menentukan rangkaian, MCB, Thermal Overload, Kontaktor yang ingin Kita gunakan.

Contoh diatas adalah motor listrik yang biasa digunakan untuk industri. Sebagai tambahan Kami juga akan memberikan contoh bagaimana cara membaca name plate pompa air SHIMIZU.

Cara Membaca Name Plate Pompa Air SHIMIZU

Cara-Membaca-Name-Plate-Pompa-Air-SHIMIZU

Membaca name plate pompa air SHIMIZU dapat dikatakan lebih mudah dibanding Kita membaca nameplate pada motor industri seperti contoh sebelumnya.

Kode simbol, angka dan huruf dapat diartikan sebagai berikut :

  1. U 1 X 220 Volt – Ini menunjuka jika motor tersebut bekerja dengan menggunakan tegangan 220 Volt 1 phase.
  2. 14uF / 450 V – Ini adalah ukuran kapasitas kapasitor yang digunakan pada motor tersebut. Jadi jika nanti kapasitor pompa SHIMIZU rusak, pastikan menggantinya sesuai dengan spesifikasi tersebut.
  3. n 2900 min – menunjukkan putaran per menit dari rotor. Ini adalah kecepatan aktual motor pada pemuatan 100%.
  4. I 2.7 A – Ini menunjukan kebutuhan arus listrik motor sebesar 2.7 ampere.
  5. IP X4 – Motor dengan kode IP X4 memiliki perlindungan terhadap cipratan air.

Ada beberapa kode yang belum dijelaskan, Karena kode tersebut bukanlah kode motor listri tapi itu adalah kode dari spesifikasi pompa. Pompa dan motor adalah dua hal yang berbeda.

Catatan: Jika pada nameplate pompa SHIMIZU terdapat kode atau tulisan presusre switch berarti pompa tersebut memiliki fitur on – off secara otomatis berdasarkan paramater tekanan.

Pada Gambar di atas terdapat nilai On 1,4 kgf/cm2 dan off 2,8 kgf/cm2 yang artinya ketika tekanan turun mencapai 1,4 kgf/cm2 maka pompa akan otomatis hidup dan ketika tekanan mencapai 2,8 kgf/cm2 maka otomatis pompa akan mati.

Demikianlah materi mengenai cara membaca name plate motor listrik 1 phase dan 3 phase. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.